MULSA (PENUTUP TANAH)
Mulsa
atau penutup tanah sangat penting dan berpengaruh positif terhadap
tanah maupun tanaman. Dalam peranannya untuk peningkatan kesuburan
tanah, mulsa yang paling baik adalah mulsa yang berasal dari limbah
pertanian seperti jerami padi, seresah dan ilalang, tidak dari plastik.
Selain fungsinya untuk menjaga kelembaban tanah, setelah mulsa membusuk
akan berguna sebagai pupuk organik yang memperbaiki struktur dan tekstur
tanah.
Tanah yang tidak menggunakan mulsa akan mudah terkena
erosi bila erkena air hujan maupun pecah-pecah apabila terlalu banyak
penguapan. Seperti diketahui bahwa erosi akan memperburuk kesuburan
tanah dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta tanaman
menjadi mudah roboh. Sedangkan kondisi tanah yang pecah-pecah akan
berpengaruh buruk pada perakaran tanaman berupa putusnya akar.
Dengan
adanya mulsa, air hujan yang jatuh akan meresap ke bawah sehingga tidak
terjadi aliran permukaan. Selanjutnya dengan penguapan yang sedikit,
air tanah tetap tersedia bagi tanaman. Karena mulsa berguna untuk
mengurangi penguapan, mencegah erosi, menjaga kelembaban tanah, dan
sebagai sumber penambah hara setelah menjadi pupuk hijau, lahan
pertanaman yang menggunakan mulsa akan menjadi lebih baik dibanding
sebelumnya.
Beberapa jenis pupuk yang termasuk kedalam pupuk organik adalah :
Pupuk kandang
Pupuk
kandang merupakan kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang
tercampur dengan sisa-sisa makanan ataupun alas kandang. Pupuk kandang
berfungsi menambah unsur unsur hara baik makro maupun mikro kedalam
tanah. selain itu pupuk kandang dapat mempertinggi humus, memperbaiki
struktur tanah dan mendorong kehidupan jasad renik tanah. Pupuk kandang
terdiri dari dua komponen asli, yaitu padat dan cair dengan perbandingan
rata-rata 3 : 1.
Tabel. Persentase Kadar Hara dalam Bagian Padat dan Cair dari Pupuk Kadang
Bagian pupuk N total (%) P total (%) K total (%)
Kotoran padat 55 100 65
Kotoran cair 45 sedikit 35
Total 100 100 100
Walaupun
demikian kadar rata-rata unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang
sangatlah bervariasi. Variasi ini disebabkan oleh macam atau jenis
hewan, umur dan keadaan individu hewan, jenis makanan, bahan amparan dan
cara pengelolaan dan penyimpanan pupuk kandang sebelum dipakai.
Pupuk hijau
Pupuk
hijau adalah tanaman atau bagian-bagian tanaman yang masih muda yang
dibenamkan kedalam tanah dengan tujuan untuk menambah bahan organik dan
unsur hara terutama nitrogen kedalam tanah.
Dari
segi biokimia keuntungan dari pemakaian pupuk hijau dapat dikatakan
bahwa dengan pemakaian pupuk hijau berarti menambah persediaan bahan
organik tanah. Disamping itu, tanaman calon pupuk hijau yang tumbuh
mempunyai pengaruh terhadap pengawetan hara tanah karena mengabsorpsi
hara, selain itu tanaman pupuk hijau berfungsi sebagai tanaman penutup
tanah (cover crop) contohnya Centrosema sp dan Peuraria javanica.
Sifat biologi tanah
Kompos
banyak mengandung mikroorganisme (fungi, aktinomicetes, bakteri dan
algae) yang berfungsi untuk proses dekomposisi lanjut terhadap bahan
organik tanah. Dengan ditambahkannya kompos didalam tanah, tidak hanya
jutaan mikroorganisme yang ditambahkan kedalam tanah, akan tetapi
mikroorganisme yang ada didalam tanah juga terpacu untuk berkembang
biak. Selain itu aktifitas mikroorganisme didalam tanah juga
menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auksin, giberellin dan
sitokinin yang dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan akar-akar
rambut sehingga daerah pencarian unsur-unsur hara semakin luas.
Pupuk guano
Guano
merupakan deposit atau sedimen yang terdiri dari kotoran binatang,
terutama kotoran burung laut dan kelelawar yang telah mengalami pengaruh
alam dalam waktu relatif lama dan telah mengalami perubahan-perubahan.
Unsur hara yang terdapat didalamnya adalah N dan P dan ada juga guano
yang mengandung unsur kalium (K).
Asam humus (Humic Acid)
Asam
humus merupakan senyawa kompleks bersifat koloid yang berasal dari
bahan-bahan organik yang tahan terhadap dekomposisi dan sel-sel
mikroorganisme yang sudah terurai, terbentuk pada akhir dekomposisi
lanjut, berwarna coklat atau coklat kelam.
Asam
humus mempunyai kemampuan mengabsorpsi air mencapai 80-90%, sedangkan
lempung silikat hanya 15-20%, selain itu dapat juga meningkatkan
granulasi tanah dengan baik dan didalamnya terdapat unsur hara baik
makro maupun mikro serta trace mineral lainnya yang dibutuhkan untuk
perkembangan tumbuhan. Selain itu asam humus juga mempunyai kemampuan
untuk mengikat vitamin dan zat-zat pengatur tumbuh yang dihasilkan oleh
mikroorganisme tanah sehingga sangat bermanfaat untuk tumbuhan tingkat
tinggi, meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK), perbaikan struktur
tanah, memacu perkembangan berbagai kelompok mikroba yang menguntungkan
dan lain-lain.
Bila
reaksi dari penambahan bahan organik berjalan sempurna, akan didapatkan
senyawa-senyawa sederhana seperti air, udara, dan sebagainya. Bila
bahan organik segar dimasukkan ke dalam tanah, senyawa- senyawa yang
terkandung dalam bahan organik tersebut dilapuk secara simultan namun
dengan laju yang berrbeda-beda. Tiga reaksi umum yang terjadi bila
jaringan organik dimasukan ke dalam tanah :
· Limbah organik mengalami oksidasi enzimatik dengan CO2, air dan panas sebagai hasil utama
· Unsur-unsur
fungsional, Nitrogen, Fosfor, dan belerang dibebaaskan dan atau
digunakan oleh serangkaian reaksi spesifik yang khas bagi tiap unsure
· Senyawa
yang tahan terhadap serangan jasad mikro akan dibentuk baik dari
senyawa yang berasal dari bahan organik semula atau hasil bentukan jasad
mikro.
Peningkatan
porositas tanah ditentukan oleh ukuran dan padatan tanah yang dapat
meningkatkan aerasi, kandungan air, dan menentukan perbandingan tata
udara dan tata air yang baik. Pori-pori akan membentuk jaringan dalam
tanah dalam bentuk tiga dimensi. Udara dalam ruang pori
tanah umumnya didominasi oleh gas-gas O2, N2, dan CO2. Hal ini penting
bagi pernafasan mikroorganisme tanah dan akar tanaman, dan mempengaruhi
jumlah mikroba aerobik dan anaerobik tanah.
Bahan organik dapat diperoleh dari residu tanaman seperti akar, batang, daun yang gugur, yang dikembalikan ke tanah.
Bahan
organik sangat besar peranannya dalam menyediakan media pertumbuhan dan
perkembangan perakaran. Diantara peranan bahan organik meliputi:
· Menjaga
kelembaban bahan organik terutama yang telah menjadi humus dengan rasio
C/N 20 dan kadar C 57% dapat menyerap air 2-4 kali lipat bobotnya.
Karena kandungan air tersebut maka humus dapat menjadi penyangga bagi
ketersediaan air. Tanah yang mengandung banyak bahan organik dapa
menyimpan lebih banyak air sehingga kelembaban tanah akan terjaga
· Menstabilkan
temperatur bahan organik dapat menyerap panas yang tinggi namun dapat
menjadi isolator panas juga karena mempunyai daya hantar panas yang
rendah.
· Memperbaiki
struktur tanah sifat humus dari bahan organik adalah gembur. Bobot yang
rendah, kelembaban tanah yang tinggi serta temperatur tanah yang stabil
meningkatkan kegiatan jasad mikro tanah, sehingga percampurannya dengan
bagian mineral memberikan struktur tanah yang gembur, remah dan mudah
dioleh. Struktur tanah yang demikian merupakan kondisi fisik tanah yang
baik untuk media pertumbuhan tanaman. Tanah yang bertekstur liat, pasir,
atau gumpal akan memberikan sifat fisik yang lebih baik bila tercampur
dengan bahan organik.
· Meningkatkan efisiensi pemupukan pemupukan dengan pupuk organik akan memberikan tambahan jumlah hara dalam tanah dengan cepat.
· Mengurangi erosi.
Pengaruh Bahan Organik Terhadap Produksi Tanaman
Bahan
organik merupakan perekat butiran lepas dan sumber utama nitrogen,
fosfor dan belerang. Bahan organik cenderung mampu meningkatkan jumlah
air yang dapat ditahan di dalam tanah dan jumlah air yang tersedia pada
tanaman. Akhirnya bahan organik merupakan sumber energi bagi jasad
mikro. Tanpa bahan organik semua kegiatan biokimia akan terhenti
(Doeswono, 1983).
Bahan tersebut dapat berupa pupuk organic, yang proses perubahannya dapat terjadi secara alami atau buatan.
Bahan
organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah, baik
secara fisika, kimia maupun dari segi biologi tanah. Bahan organik
adalah bahan pemantap agregat tanah yang sangat baik. dan merupakan
sumber dari unsur hara tumbuhan. Disamping itu bahan organik adalah
sumber energi dari sebagian besar organisme tanah,
Bahan
organik dapat diperoleh dari residu tanaman sepert akar, batang, daun
yang gugur, yang dikembalikan ke tanah. 5% tetapi pengaruhnya terhadap
sifat-sifat tanah besar sekali. Fungsi bahan organik adalah:
· Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah.
· Sumber unsur hara N, P, S, unsur mikro dan lain-lain.
· Menambah kemampuan tanah untuk menahan air.
· Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur- unsur hara (Kapasitas tukar kation tanah menjadi tinggi)
· Sumber energi bagi mikroorganisme.
Bahan
organik tidak mutlak dibutuhkan di dalam nutrisi tanaman, tetapi untuk
nutrisi tanaman yang efisien, peranannya tidak bole ditawar lagi.
Sumbangan bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman merupakan
pengruhnya terhadap sifat-sifat fisik, kimia dan biologis dari tanah.
Mereka memiliki peranan kimia di dalam menyediakan N, P dan S untuk
tanaman peranan biologis di dalam mempengaruhi aktifitas organisme
mikroflora dan mikrofauna, serta peranan fisik di dalam memperbaiki
struktur tanah dan lainnya.
Bahan
organik memainkan beberapa peranan penting di tanah. Sebab bahan
organik berasal dari tanaman yang tertinggal, berisi unsur-unsur hara
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Bahan organik mempengaruhi
struktur tanah dan cenderung untuk menjaga menaikkan kondisi fisik yang
diinginkan. Hewan-hewan tanah tergantung pada bahan organik untuk
makanan dan mendukung kondisi fisik yang diinginkan dengan mencampur
tanah membentuk alur-alur. Sejak perang dunia ke dua, terdapat suatu
peningkatan yang besar hasil tanaman pada beberapa negara. Hasil tanaman
yang lebih besar terutama dimana hanya biji-bijian saja yang dipanen,
sisa - sisa tanamna lebih banyak dikembalikan ke lahan dan disini lebih
banyak penutupan oleh tanaman selama musim pertumbuhan.
Immobilisasi
adalah konversi yang sebaliknya. Sebagai contoh adalah pengambilan
amonium atau nitrat oleh tanaman atau mikroorganisme dan
ditranformasikan ke dalam protein. Selanjutnya, demikian proses bolak -
balik tersebut berlangsung.
Apabila
sisa-sisa tanaman segar ditambahkan ke dalam tanah, nitrogen di dalam
tanaman itu dapat terdekomposisi dan termineralisasi oleh mikrrorganisme
dan segera tersedia bagi tanaman, atau nitrogen itu mungkin tidak
termineralisasi dan tidak tersedia bagi tanaman. Ada
dua kemungkinan yang bisa terjadi. Seandainya semua faktor yang
memepengaruhi dekomposisi optimum (seperti oksien, suhu dan
kelembapan),faktor pembatas di dalam proses itu tinggal nisbah karbon
organik terhadap nitrogen total di dalam tanaman tersebut.
Pembenaman
bahan organik segar dengan nisbah C/N tinggi, seperti batang jagung
(40) dan jerami (80), yang kemudian segera diikuti dengan penanaman
memerlukan nitrogen tambahan. Alternatif lain, waktu tanam ditunda dulu
agar dekomposisi berkesempatan berlangsung lebih lanjut dahulu beberapa
hari. Bahan organik segar dengan nisbah C/N kecil, seperti alfalfa dan
kotoran manusia, bisa lebih baik dan tanahnya dapat langsung ditanami.
konsultasi