Minggu, 19 Februari 2012

penyakit kuning keriting pada tanaman cabe

                                                       >Gejala awal :

-                      Terlihat pada 45-71 hari
-          Saat tanaman mengeluarkan tunas dan bunga pertama.
-          Pada pucuk daun berwarna kuning mudah terlihat pagi hari saat tanaman basah oleh embun
-          Atau saat hujan.
Batang akan bertunas banyak dan tunas mudah ini daunnya berwarna kuning keriting, pada tingkat lanjut tanaman akan berbuah sedikit dan hanya pada sebagian cabangan saja.
                                                       >Pengamatan
. Terjadi pembusukan akar bagian atas (serabut) bisa diamaati dengan mata telanjang.                                                   penyebap' jamur atau virus???
                                                        >Pengendalian      
-            
   
                                                                                Drainase
 .                                             .obat
 .                                               Fungisida
-                                                                                              Bakterisida
-                                                                                              Interval 7 hari........sapai ambang batas kendali                                                                                                                                                                                                                                            

                          by Ruddy  












penyakit keriting pada cabe

Penyakit keriting pada cabe sering menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh petani cabe di Indonesia karena menjadi salah satu penyebab turunya hasil panen. Bahakan pada tingkat serangan yang serius penyakit ini bisa menyebabkan gagal panen. Penyakit semacam ini bisa dibilang cukup umum dan banyak sekali terjadi di Lapangan. Gejala awal serangan ditandai dengan adanya warna mosaik kuning atau hijau muda mencolok pada daun. Kelanjutanya pucuk menumpuk  keriting diikuti dengan bentuk helaian daun menyempit atau cekung, buah kecil, bengkok dan ringan. Secara keseluruhan tanaman tumbuh tidak normal, menjadi lebih kerdil dibandingkan dengan tanaman sehat.

Penyebabnya adalah CMV (Cucumber Mosaic Virus). Vektornya berupa Aphid dan Thrips. Aphid memiliki mulut berupa alat tusuk dan hisap. Pada saat ia berada di permukaan daun, Aphid akan menghisap zat-zat dari daun, sehingga otomatis dia akan bisa menularkan penyakit (virus) dan memperbanyak diri dalam tanaman tersebut. Sedangkan Thrips bekerja dengan menusuk klorofil (zat hijau daun) yang sangat diperlukan dalam proses pembuatan zat makanan bagi tumbuhan. Akibatnya, daun menjadi pucat dan tidak dapat memasok kebutuhan organ lain.

Nah, buat baraya Akang yang suka berkebun cabe, mulai sekarang tidak perlu lagi hawatir dan takut oleh penyakit ini. Akang punya ramuan mantap surantap yang sudah terbukti ces pleng di lapangan. Akan menjadi lebih baik hasilnya bila digunakan untuk pencegahan dengan penyemprotan secara rutin. Akang jamin tanaman cabe Ayi tidak akan tersentuh oleh penyakit ini, karena sifat ramuan ini, selain untuk mengobati juga sebagai replant terhadap binatang-binatang pembawa dan penyebar virusnya.

Ramuan yang pertama teh terdiri dari Brotowali 1 kg, Kapur 10 sdm dan Kunyit 1 kg. Ketiga bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian tambahkan air 30-50 liter. Setelah didiamkan selama 24 jam, ramuan disaring dan siap untuk digunakan.

Yang kedua mah memakai Abu dapur 2 kg, Tembakau 250 gr dan Belerang 3 ons. Ketiga bahan direndam dalam air selama 3–5 hari. Saring air rendaman tersebut dan semprotkan pada tanaman yang terkena penyakit keriting.
Kategori: Pestisida
http://bertanimandiri.blogspot.com/2010/03/mengatasi-penyakit-kriting-pada-cabe.html

Sabtu, 18 Februari 2012

penyakit pathek pada cabe



Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam. Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.
Pengendalian Penyakit Antraknosa atau Patek:
  • Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati.
  • Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 sebelum pindah tanam.
  • Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman/buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman/buah yang masih sehat.
  • Penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae(terong, tomat dll) atau tanaman inang lainnya misal pepaya karena berdasarkan penelitian IPB patogen antraknosa pada pepaya dapat menyerang cabai pada pertanaman.
  • Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
  • Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak sinar matahari dapat dipantukan pada bagian bawah permukaan daun/tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi.
  • Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik yang 70 cm) dan ditanam secara zig-zag ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah akan tumbuh lebih besar.
  • Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misal pupuk Urea, Za, ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.
  • Penyiangan / sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
  • Jangan menanam cabai dekat dengan tanaman cabai yang sudah terkena lebih dahulu oleh antraknosa / patek, ataupun tanaman inang lain yang telah terinfeksi.
  • Pengelolaan drainase yang baik di musim penghujan.
Agen hayati yang sering digunakan dalam pengendalian antraknosa adalah : Actinoplanes, Alcaligenes, Agrobacterium Amorphospongarium, athrobacter dll, dan ini biasanya bisa didapat di balai perlindungan tanaman Deptan. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan agen hayati sebaiknya kita tidak menggunakan pestisida kimia, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut
Sumber : http://tohariyusuf.wordpress.com/2010/01/11/anthraknosa-atau-patek-pada-...
http://tohariyusuf.wordpress.com/2010/01/11/anthraknosa-atau-patek-pada-...

Budidaya Cabai



Pengendalian hama & penyakit tanaman cabai
Untuk mendapat hasil maksimal hendaknya sejak ada serangan dini hama penyakit tanaman segera dilakukan pengendalian, agar perkembangan nya tidak meluas.
Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan.
Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit.
Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun....

Submitted By Department Pertanian 

Foto-foto Doc" AMUT "


KEGIATAN KELOMPOK TANI AMUT DALAM GABAR
<PERSEMAYAN CABE RAWI

FOTO BERSAMA
BP3K Kec sonder Bersama Pengurus poktan AMUT
Persiapan lahan tanaman cabe
 
    Persiapan Lahan
                                                                                                                        Pembedengan
         JAGUNG                                     TUMPANG SARI  
JAHE              
      KEBUN OBAT -- PAK ALEX- L .                                    [ Curcuma Xanthorhiza]                                          lokasi perkebunan tempok kauneran




        JAGUNG

foto foto kegiatan keompok tani amut kauneran sonder
by RUDY

Selasa, 27 Desember 2011

Tumpang sari Cabe

                                         TUMPANG SARI
       Bagi kebanyanan petani cabe,bertanam cabe rawit dengan tumpang sari jagung kurang menguntungkan     Baik ditinjau dari, pertumbuhan sampai hasil produksi. Namun tidaklah demikian halnya dengan petani yang berasal di desa kauneran kecamatan sonder kab MINAHASA  SULUT
Bertanam cabe rawit dengan tumpang sari jagung adalah suatu keuntungan

                                                      Hal hal yang menguntungkan
                                           1  pengendali curah hujan dan kemarau
                                           2  pengendali hama dan penyakit
                                           3  pengendali gulma
                                           4  mulsa organik
                                           5  dll
   
Tumpangsari cabe
by  Ruddy